Rabu, 09 Desember 2009

RAHASIA

RAHASIA



Sudah tiga hari ini, dari Senin sampai Rabu, suamiku selalu terlambat pulang. Biasanya pukul tujuh malam dia sudah sampai rumah. Tapi sekarang dia sampai rumah di atas pukul sembilan malam. Kalau kutanya kenapa, dia hanya jawab lembur, sedang banyak kerjaan. Sebenarnya aku tidak percaya, tapi aku malas ribut dengannya. Aku tahu pasti pekerjaan suamiku. Dia lembur hanya pada awal bulan saja karena harus membuat laporan hasil kerja bulan sebelumnya. Tapi sekarang kan tengah bulan. Kenapa dia lembur juga?
Hari Kamis dan Jumat terulang lagi. Aku pun marah. Ketika dia sampai di rumah, aku langsung meminta kejujurannya. Dia masih dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya, yaitu lembur. Lima hari lembur terus? Aku mendesak jawaban yang jujur. Aku ungkapkan bahwa aku tahu hari lembur dia, yaitu pada awal bulan saja. Dia memintaku bersabar. Dia menjelaskan ada sesuatu yang sedang dia kerjakan walau bukan berhubungan dengan kantor. Dia belum bisa menjelaskan pekerjaan tersebut padaku. Aku jadi makin marah. Pekerjaan macam apa yang tidak bisa dijelaskan pada istri sendiri? Seperti pekerjaan rahasia saja. Sekali lagi dia memintaku bersabar. Aku pun berusaha bersabar dengan satu syarat, yaitu dia tidak boleh terlambat pulang lagi. Suamiku menyetujuinya.
Sabtu malam aku diajak suamiku makan di luar. Kami makan di sebuah restoran yang asri di pinggiran kota. Tempatnya sungguh nyaman. Makanannya pun sangat enak. Kami sengaja melakukan hal ini sebagai perayaan kecil-kecilan hari ulang tahunku. Ya, hari ini aku berulang tahun.
Selesai makan, suamiku memintaku tetap duduk sementara dia bangkit dan berjalan menuju ke tempat piano di pojok ruangan. Setelah sampai di sana, melalui pengeras suara, suamiku memberi salam kepada seluruh pengunjung restoran yang sedang menikmati santap malam. Sebenarnya aku sedikit heran. Tidak pernah suamiku melakukan hal seperti ini. Dia tidak pernah berbicara di depan umum.
Suamiku pun melanjutkan berbicara. Katanya, malam ini adalah malam istimewa. Malam ini dia sangat bahagia karena wanita istimewanya sedang berulang tahun. Ya Tuhan, aku jadi malu. Suamiku pun menunjuk ke arahku sehingga semua pengunjung pun menoleh. Suamiku memohon semua pengunjung untuk berhenti makan sejenak untuk menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untukku sembari diiringi permainan piano. Dia sendiri yang akan memainkannya. Dia menerangkan, bahwa dia baru belajar bermain piano. Dia meluangkan waktu setelah pulang kerja selama lima hari berturut-turut. Dia mohon maaf jika permainannya tidak sempurna.
Aku tersenyum. Ternyata selama lima malam berturut-turut kemarin suamiku belajar bermain piano. Dan hal itu dipersembahkan untukku.
Tak berapa lama kemudian dentingan piano pun mengalun. Para pengunjung serentak menyanyikan lagu untukku. Aku tersenyum senang sekaligus haru. Aku tak menyangka akan semua ini.
Selesai bernyanyi, semua pengunjung bertepuk tangan. Suamiku mengucapkan banyak terima kasih. Lalu dia menuju ke arahku. Aku berdiri. Kami pun berpelukan.
Terima kasih sayangku, kataku lirih padanya. Suamiku tersenyum. Aku sungguh bahagia di hari ulang tahunku ini. Aku menyukai kejutan dari suamiku berupa lagu yang diiringi permainan piano olehnya. Sungguh tak kuduga.



*******

Surabaya, 22 Juni 2009

Berilah kesempatan pada pasangan untuk berusaha membahagiakan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar